Quote

“I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best.” Marilyn Monroe
Diberdayakan oleh Blogger.

Enjoy it

Selasa, 07 Januari 2014

Senja yang Hilang

   


   Menginjak pelataran senja, dan sebuah perbincangan ringan denganmu, mengobati rindu rindu yang terpedam sekian lama. Berbincang denganmu ternyata mengasyikkan, senja merekah diam diam, dalam hati yang bimbang, antara rindu dan cemburu, kupastikan engkaulah penyebabnya. Senja yang gerimis, kutanak rindu di tepian matamu, di sederet kisah yang luber pada hujan di bulan Desember. Engkau selayaknya syair yang tercipta dalam kelam, menuliskan kesedihan diam diam, dan airmata tak terlihat kilaunya. 

   Tak terasa senja hampir menghilang, kuingin setiap waktu ini terulang. Segalanya menjadi malam ketika terang kau sembunyikan di saku kepergian. Dan rinduku semakin dalam, saat mata terbuka dan pejam, bayangmu terlintas diam diam. Di meja sudut beranda, secangkir kopi tergeletak sendiri, ditinggalkan pemiliknya, pergi mencari puisinya yang dicuri gelora sang senja. Pada arloji yang mati, kuputar kembali jarumnya menuju angka tiga, tapi yang telah pergi, tak bisa kubawa kembali.
  Aku masih di sini menghabiskan ampas senja yang kesekian. Di antara jarak yang memisahkan. Berkawan dengan jutaan rindu yang tertahan Semenjak kau pergi, senja kini tak lagi berpelangi, hanya mega mendung yang menghiasi, juga air mata yang jatuh membasahi bumi. Malam menyisir, sudah larut begini sudah sempatkah kau tengok rinduku? Ada desir yang menyisir di tiap rindu yang tak jemu pada geletar yang pijar. Detak yang merangkak mengarungi namamu. Bahkan ketika bayangmu semakin samar, bahkan ketika suaramu makin jarang aku dengar, lukaku karenamu masih saja memar. Kau tinggalkan wajah penuh airmata, melangkah membiarkan hati yang kecewa, sebuah kepergian, kutatap dengan rasa berlebihan. dan ku akhiri dengan setitik bening di sudut netra, menghias raut wajah nestapa, biarlah berderai air mata, memaksa senyum menutupi cerita.