Quote

“I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best.” Marilyn Monroe
Diberdayakan oleh Blogger.

Enjoy it

Sabtu, 07 Desember 2013

Lyric Marry Your Daughter by Brian McKnight




        Seseorang pernah mengirimkanku lagu ini, when I heard it, Oh God what a good damn song! Love it! One of my favorite song ever! really touching. You should listen it. And I give you the lyric of Marry Your Daughter by Brian McKnight





Sir, I'm a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time. 
See in this box is a ring for your oldest.
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I'm hoping that I... 

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
[ Lyrics from: http://www.lyricsty.com/brian-mcknight-marry-your-daughter-lyrics.html ]
She's been here every step
Since the day that we met 
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far
(So bring on the better or worse)
And 'til death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart... 

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

The first time I saw her
I swear I knew that I'd say I do

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

How about that? masih belom puas? aku kasih animated videonya nih, simple animated but really touching.




Untukmu, Bintang




Late-post sebenernya, aku nulis puisi ini saat ragaku dipisahkan oleh ketidakpastian, kira-kira sudah 2 bulan yang lalu aku menulis puisi ini. Guru B.Indonesia menyuruh kami untuk membuat puisi, aku bingung apa yang harus ku tulis, dan akhirnya sekelebat bayanganmu melintas di kesunyian malamku, dan dengan tekad ku tulis puisi ini untukmu, Bintang.

TAMPARAN RINDU


Pagi ini aku termenung
Menerawang langit biru tak bernaung
Mencari harapan yang dulu melambung
Sekarang pudar tertutup awan mendung

Mawar merahku kini kerut menghitam
Satu per satu gugur digerogoti sang malam
Ilusiku tertuju pada kenangan yang menghujam
Deras ombak suci yang tertampar sayap kelam

Daun-daun kecil meranggas tak bernada
Mengalun sendu rindu di masa lalu
Kenangan terpendam yang hampir sayu
Ditelan ukiran sekuen kehidupanmu

Lentik jemariku kembali menuju pesan lamamu
Pesan singkat beresonansi tinggi dan gemuruh
Tepat langsung melenyapkan ragaku dan terjatuh
Empat kata sayatanmu
“Akhiri ini. Lupakan aku.”

Seketika jemariku meraba kelu tulisan itu
Berharap emosimu sekedar aksara semu
Walau tenggorokan kian kering meraju
Aku mohon padamu
Bintang, jangan rapuhkan dahanku

Tolong jangan redupkan atmosferku kembali tak bernyawa
Mengikiskan lembaran harmoni yang kita rajut bersama
Yang terbenam bersama intuisi tak berirama
Dan mencapai titik amarah tak bergema

Emosi sesalku pecah tak berarti
Nuraniku hanya bisa berserah pada illahi
Dalam sujud, isakpun mengiringi

Tuhan, aku ingin Bintangku kembali

Selasa, 03 Desember 2013

Sendiri

   
  Cahayaku masih bersinar, diselimuti malaikat-malaikat kebahagiaan. Canda tawa masih melekat dalam diri kami, imajinasi yang berlebihan selalu terucap di sela-sela dialog yang selalu diputar setiap waktu. Semua terasa begitu indah, aku merasa mereka orang yang tepat. Mereka-lah yang tepat menjadi bagian dari hidupku, menjadi keluarga kecil baruku. Everything around me made me feel I was the happiest girl in the world, but the thoughts that this was not going to last for long kept pinching my heart from behind. But I soon should have realized that love and affection does not come from a confined and hidden source. Benar, malaikatku hilang satu per-satu. Ia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal, tanpa meninggalkan jejak, dan berpura-pura baik-baik saja. Ya, aku kira semua baik-baik saja, ternyata mereka terlalu pandai untuk menyembunyikan perasaan itu.  Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, mengapa semua begitu cepat berubah? semua seperti di rekayasa, jika ini rekayasa, mengapa begitu sakit, Tuhan?


    Langit senja semakin pekat merasuk kumparan rasaku. dengan rintih dalam hati, ku tatap langit oranye itu, membayangkan masa lalu bahagiaku yang cepat sirna digerogoti dusta. Cahayaku semakin redup, tersadar air matapun menetes, terlalu sakit untuk dilalui, tak ada penyemangat hidup lagi, semua pergi. Semua hanya meninggalkan secercak memori yang tak berarti tuk diulangi. Aku merasa tak berarti, dan sendiri.
    Hari demi hari ku lewati dengan benci, benci untuk merasakan hal ini, iri kepada mereka-mereka yang pergi, benci kepada diriku sendiri, kenapa aku tak berani mengatakannya kepada mereka? Iya, aku memang bodoh, aku memang tak sepintar seperti kalian, tapi bisakah kalian membagi bahagia itu kembali bersamaku?
    I kept searching everywhere when love was all around me. Dengan lirih ku langkahkan kaki tanpa arah, membiarkan ia menyusuri redupnya kehidupan, sembari ku tundukkan kepala, tak ingin ada yang melihat bendungan di mata ini. Lelah Tuhan, aku lelah bila harus menyulap sedihku menjadi senyum palsu tiap hari, didepan mereka. Di lain sisi aku tak bisa berkata apapun, karena dihadapanku, mereka terlihat baik-baik saja, yang aku tahu sebenarnya tidak. Lagi, aku merasa sendiri.

Jumat, 10 Mei 2013

Lelah




Ini puisi dimana...... sang tokoh merasa tak adil dengan semua yang dilampiaskan kepadanya, cacian makian dan teriakan meluncur untuknya. Puisi ini tidak sebagus seperti orang-orang yang telah mahir menarikan jari-jari mereka diatas kertas untuk membuat puisi, namun semoga ini cukup untuk meluapkan semua ke-gondok-an :)

Aku takut
Saat kamu meneriakiku
Ledakan emosi kerap kau berikan padaku
Menghinaku dengan mulut berbisamu

Aku takut
Saat tanganmu mulai mengambil ancang-ancang
Saat kau bersiap memukulku
Yang kubisa hanya menyilangkan tangan diatas kepala
Dan mengerang ketakutan

Ucapan itu, pukulan itu
Menjadi mekananku sehari-hari
Tapi mengapa ketakutan ini tak berhenti?
Ketakutan  yang slalu menjalar ke seluruh tubuh
Selalu datang saat kau meledak

Aku lelah
Air mata ini slalu deras membanjiri pipiku
Luka yang slalu kau berikan tak pernah pudar digerogoti waktu
Slalu berbekas dan akan slalu bertambah

Tuhan, aku tak sanggup
Tiap keadaan seperti ini aku berpikir
Rumah siapa yang inginkau singgahi sementara
Tuk menjauhi raungan mematikan tak berguna
Aku hanya bisa berdoa dalam sunyi
Dan berharap semua ini hanya mimpi



Jumat, 12 April 2013

Kamu Dimana?

 


  Ini ceritaku, cerita cinta yang saat ini menghantuiku. Yaps kemarin tepat 6 minggu kita lostcont, kamu sadar? sepertinya tidak, kalaupun sadar mungkin kamu ga peduli dan membiarkan aku terhantam badai sepi. Dan sekarang, aku mencoba memposting ini di hari pertama pada minggu ke 6.
Ingatan itu masih lekat diotakku, 6 minggu 1 hari yang lalu, saat dimana 2 insan bertemu setelah sekian lama hanya menyapa secara tak langsung, terpisah jarak. Ya, kamu dan aku. kita bertemu, untuk yang pertama kalinya. Kita saling menyapa, yang beda hanya jarak yang hilang diantara kita, aku bisa melihatmu walau mungkin hanya selang 1 jam, aku berharap ingatan itu tak habis digerogoti kenangan indah lainnya. Aku tak banyak bicara, aku takut, bila ucapanku salah, akan mengubah semua situasi, merusak momen yang kita tunggu. Tuhan, aku senang bisa melihat orang yang selalu ada disaat saat yang aku butuhkan, bukan hanya senang, entahlah aku tak bisa mengungkapkannya lagi, hanya aku dan Tuhan yang merasakannya.
Kau memang tepat, selalu tepat menyapaku saat aku sendiri, saat aku mendekam diri dikamar memandangi sunyi. Esoknya aku berharap kau menyapaku lagi, mungkin aku terlalu menggenggam erat harapan itu, kamu hilang, sebelumnya aku berpikir mungkin kamu sedang sibuk. Sial, lagi-lagi jarak. Aku tak bisa melihatmu, apa yang sedang kamu lakukan, apa yang sedang kamu pikirkan dan akupun tak tahu siapa yang sedang berada dihapanmu. Aku memang bukan orang yang akan selalu ada disampingmu, aku bukan Roqib ataupun Atid. Aku hanya perempuan yang berharap kamu peka kalau ada perempuan yang menunggu sapaanmu. 

2 minggu pun berlalu, kau tetap tak mengabariku, led hijau tosca yang selalu kutunggu, private message yang bisa langsung mengubah mood-ku seketika, sekarang hanya meninggalkan bekas, bekas yang sudah tak terpakai, bekas yang sudah lusuh karna sang pemilik tak datang dan tak kembali. Aku bertanya-tanya. Kamu dimana?
Dengan hati dongkol, aku mencoba men-stalking twittermu, aku mengetik usermu di tab search kutekan enter, tak lama muncul namamu di search result, ku buka profilemu, dan memulai mengutik tweet-tweetmu untuk sekedar mengetahui perkembanganmu. walaupun sebenarnya lebih dari hanya sekedar. mention per mention ku perhatikan, sampai mataku tertuju pada mentionmu dengan perempuan itu. Itu hanya perempuan biasa kupikir, jadi tak ada salahnya aku mengklik view conversation. mentionan kalian tak biasa, aku bisa merasakannya, itu bukan sekedar mention biasa, kamu seakan-akan mencoba untuk mendekati wanita itu. Ya, aku tahu itu. Banyak sekali mentionan kalian, kurasa mentioan kita kalah dengan mentionan kamu dengannya. aku merasa terhempas, sekejap jemariku kaku, ragaku seakan terbang, aku terdiam kelu, tangisku pecah, 
tangan kiriku refleks menutupi mulut, tak ingin orang rumah mengetahui rasaku sekarang. Isakan tangis memenuhi atmosfer kamarku,  aku tak sanggup berkata. Tuhan, apa dia melupakanku? apa dia berhasil mencari 'yang lain' ? apa arti semua ini? apa arti sapaan yang dari dulu aku jawab, yang dari dulu sapaan itu berhasil menghilangkan racun penoreh luka. Apa dia benar-benar pergi? Apa dia benar-benar melupakan aku? Sekarang aku tersadar, Tuhan, aku benar-benar mencintainya.
Esok paginya, tak seperti biasa, aku benar-benar malas untuk sekolah, jangankan sekolah, menginjakkan kaki ke lantai saja aku sudah menyerah, saat ini aku hanya bisa berharap fakta kemarin yang kulihat hanya mimpi buruk semata. Tapi aku tahu itu bukan mimpi, dengan ogah-ogahan aku berdiri, didapati cermin dihapanku, disitu aku melihat sepasang mata dementor yang bengkak tak karuan. oke mungkin berlebihan, tapi ya ini yang dinamakan patah hati.
Sejak saat itu aku tak berani lagi untuk menghadapimu, menghadapi takdir yang mengubah sifat kamu dan merempas ingatan indah aku. Disini, aku hanya bisa meratap, kembali aku merenung dikamar dalam sunyi yang menggandrungi, tanpa kamu. Rasa sedih, kalut, menyesal, dan berusaha untuk tegar sekarang menimpaku. Kini, aku hanya bisa menjadi secret admirer, yang hanya dapat mengetahui perkembanganmu melalui jaringan-jaringan yang ada. berbagai Soundcloud bang Oka (@landakgaul) selalu kuputar dan menjadi most played di playlistku. Bang Oka, dia sangat mengerti bagaimana menjadi -orang yang sepertiku- hanyut dalam kata-katanya, hanyut dalam ucapannya, dan kuakui aku sangat terhanyut. Tak lupa lantunan Christina Aguilera - Hurt,  just only repeat this suck song. Sungguh, lirik itu sangat menggambarkan apa yang sedang aku alami, aku mau kamu kembali, kembali menjadi kamu yang dulu, walau hanya sebatas TEMAN.

Aku masih ingat aku pernah dengan nekat menyuruhmu untuk mendengarkan ini, bukan? apa kamu sudah mendengarnya? lihat saja liriknya, dan aku harap kamu akan mengerti :)


Seems like it was yesterday when I saw your face
You told me how proud you were but I walked away
If only I knew what I know today


I would hold you in my arms
I would take the pain away
Thank you for all you've done,Forgive all your mistakes
There's nothing I wouln't do
To hear your voice again
Sometimes I want to call you but I know you won't be there


I'm sorry for blaming you for everything
 I just couldn't do
And I hurt myself by hurting you

Somedays I feel broke inside but I won't admit
Sometimes I just want to hide 'cause it's you I miss
You know it's so hard to say goodbye when it comes to this

Would you tell me I was wrong?
Would you help me understand?
Are you looking down upon me?
Are you proud of who I am?
There's nothing I want to do
To have just one more chance
To look into your eyes and see you looking back

I'm sorry for blaming you for everything 
I just couldn't do
And I've hurt myself

If I had just one more day, I would tell you how much that
I've missed you since you've been away

Oh, it's dangerous
It's so I'm afraid to try to turn back time

I'm sorry for blaming you for everything 
I just couldn't do
And I've hurt myself



By hurting you