Quote

“I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best.” Marilyn Monroe
Diberdayakan oleh Blogger.

Enjoy it

Selasa, 03 Desember 2013

Sendiri

   
  Cahayaku masih bersinar, diselimuti malaikat-malaikat kebahagiaan. Canda tawa masih melekat dalam diri kami, imajinasi yang berlebihan selalu terucap di sela-sela dialog yang selalu diputar setiap waktu. Semua terasa begitu indah, aku merasa mereka orang yang tepat. Mereka-lah yang tepat menjadi bagian dari hidupku, menjadi keluarga kecil baruku. Everything around me made me feel I was the happiest girl in the world, but the thoughts that this was not going to last for long kept pinching my heart from behind. But I soon should have realized that love and affection does not come from a confined and hidden source. Benar, malaikatku hilang satu per-satu. Ia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal, tanpa meninggalkan jejak, dan berpura-pura baik-baik saja. Ya, aku kira semua baik-baik saja, ternyata mereka terlalu pandai untuk menyembunyikan perasaan itu.  Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, mengapa semua begitu cepat berubah? semua seperti di rekayasa, jika ini rekayasa, mengapa begitu sakit, Tuhan?


    Langit senja semakin pekat merasuk kumparan rasaku. dengan rintih dalam hati, ku tatap langit oranye itu, membayangkan masa lalu bahagiaku yang cepat sirna digerogoti dusta. Cahayaku semakin redup, tersadar air matapun menetes, terlalu sakit untuk dilalui, tak ada penyemangat hidup lagi, semua pergi. Semua hanya meninggalkan secercak memori yang tak berarti tuk diulangi. Aku merasa tak berarti, dan sendiri.
    Hari demi hari ku lewati dengan benci, benci untuk merasakan hal ini, iri kepada mereka-mereka yang pergi, benci kepada diriku sendiri, kenapa aku tak berani mengatakannya kepada mereka? Iya, aku memang bodoh, aku memang tak sepintar seperti kalian, tapi bisakah kalian membagi bahagia itu kembali bersamaku?
    I kept searching everywhere when love was all around me. Dengan lirih ku langkahkan kaki tanpa arah, membiarkan ia menyusuri redupnya kehidupan, sembari ku tundukkan kepala, tak ingin ada yang melihat bendungan di mata ini. Lelah Tuhan, aku lelah bila harus menyulap sedihku menjadi senyum palsu tiap hari, didepan mereka. Di lain sisi aku tak bisa berkata apapun, karena dihadapanku, mereka terlihat baik-baik saja, yang aku tahu sebenarnya tidak. Lagi, aku merasa sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar